Menu

Rumput Lidah Ular (Hedyotis diffusa Willd.)

Rumput lidah ular (Hedyotis diffusa Willd.)

1. Nama Tumbuhan

· Nama Latin : Hedyotis diffusa Willd

· Sinonim : Oldenlandia diffusa (Willd.)

· Nama Lokal : lidah tiong (Jawa), ulasiman kalat, daniri (Thailand), Bai Hua She She Cao (Cina) (Graham, 2000).

 

2. Klasifikasi Tumbuhan

Divisi : Spermatophyta

Sub Divisi : Angiospermae

Kelas : Dicotyledoneae

Ordo : Rubiales

Famili : Rubiaceae

Genus : Hedyotis

Spesies : Hedyotis diffusa Willd

 

3. Morfologi Tumbuhan

Terna, semusim, merayap atau sedikit tegak, tinggi 10- 20 cm. Batang bulat, beruas-ruas, dari ruas yang menempel tanah tumbuh akar, licin, kuning kehijauan atau hijau kemerahan. Daun tunggal, bersilang berhadapan, bentuk garis, panjang 2-4 cm, lebar 2-3 mm, ujung dan pangkal runcing, tepi beringgir, tidak bertangkai, permukaan halus, hijau. Bunga tunggal, terletak di ketiak daun, kelopak hijau, 4 helai, berlepasan, panjang 1-2 mm, ujung mahkota berlepasan, dasar membentuk tabung, terdiri dari 4 helai,panjang 2-3 mm, warna putih gading. Buah tunggal, bentuk bulat dengan ujung runcing bekas kelopak, diameter 2-3 mm, hijau kemerahan dengan biji di dalam buah berbentuk lanset, kecil, berwarna coklat. Akar serabut, berwarna putih kekuningan.

4. Khasiat

Peluruh air seni, penurun panas, anti-bakteri, anti inflamasi, anti bakteri, antidot racun ular, obat susunan saraf pusat, dan anti kanker : kanker payudara, leukimia, dan kanker hati

5. Kandungan kimia dan Manfaat tanaman

Herba Hedyotis diffusa rnengandung saponin, flavonoid, polifenol, triterpen, polisakarida, glikosida antrakuinon, asam stearat, asam oleanolat, asam trans p-kumarat, asam ursolat, dan sitosterol. Ekstrak etanolik herba lidah ular dapat menekan peroksidasi lipid pada homogenat sel hati sebesar 1,05% dan pada mitokondria sel jantung sebesar 51,61% (Liao et al, 2000). Kandungan glikosida flavonoid pada lidah ular yaitu kaemferol dan quercetin menunjukkan  neuroprotektif tehadap kultur sel cotical tikus yang dipejan 1-glutamat (Kim et al., 2000).

6. Penelitian Mekanisme Antikanker

Yadav et al. (2007) melaporkan bahwa ekstrak etanolik tanaman lidah ular memacu apoptosis sel leukimia HL60 melalui aktivasi caspase oleh ledakan peroksida intraseluler. Senyawa metil-antrakuinon pada lidah ular mampu memediasi apoptosis pada sel kanker payudara manusia yaitu MCF-7 melalui jalur Ca2+/calpain/caspase-4 (Liu et al., 2009). Dua senyawa antrakuinon yang terdapat pada lidah ular yaitu 2-hidroksi-3-metilantrakuinon dan 1-metoksi-2-hidroksiantrakuinon mempunyai aktivitas induksi apoptosis pada sel kanker SPC-1-A, Bcap37, dan HepG2 melalui jalur apoptosis mitokondria dengan adanya peningkatan aktivitas caspase-3 akibat perubahan potensial membran mitokondria (Shi et al., 2008).

Asam stearat memiliki efek apoptosis pada sel hepatoma manusia, HepG2 dan Hep3B melalui induksi populasi sel pada fase G1, fragmentasi DNA, perubahan potensial membran mitokondria, dan aktivasi prekursor caspase (Tang et al., 2007).

Daftar Pustaka

Graham, J.G., Quinn, M.L., Fabricant, D.S., dan Farnsworth, N.R., 2000, Plants Used Against Cancer – An Extension of The Work of Jonathan Hartwell, Journal of Ethnopharmacology 73:347–377

Kim Y., Park, E.J., Kim, J., Kim, Y.B., Kim, S.R., dan Kim, Y.C., 2000, Neuroprotective Constituents from Hedyotis diffusa, J. Nat. Prod., 64 (1) 75–78

Liao, H.R., Bo, C.W., 2000, Vegetable Nutrient Liquid of Land Herb against Lipid Peroxidation on Rat Liver Homogenate and Heart Mitochondria, J Nutr ; 123, 1343-1348.

Liu, Z., Liu, M., Liu, M., dan Li, J., 2009, Methylnthraquinon from Hedyotis diffusa WILLD Induces Ca(2+)-mediated Apoptosis in Human Breast Cancer Cells, Toxicology In Vitro, 29:456-464

Shi, Y., Wang, C.H., dan Gong, G.X., 2008, Apoptosis-Inducing Effects of Two Anthraquinones from Hedyotis diffusa WILLD., Biol. Pharm. Bull. 31(6) 1075—1078

Tang, P., et al, 2007, Apoptotic Effects of Stearic Acid an Active Compound Isolated from Oldenlandia diffusa, on Human Hepatoma Cells, Research Journal of Medical Sciences 1 (1) 30-38

Yadav, S.K., dan Lee, S.C., 2006, Evidence for Oldenlandia diffusa Evoked Cancer Cell Apoptosis Through Superoxide Burst and Caspase Activation, Journal of Chinese Integrative Medicine 4(5) 485-489

http://www.warintek.ristek.go.id/pangan_kesehatan/tanaman_obat/depkes/5-035.pdf