Menu

Sirihan (Piper aduncum L.)

Gambar. Sirihan

1. Nama tumbuhan

Nama umum/dagang : Seuseureuhan, sirihan
Nama daerah : Seuseureuhan (Sunda)

2. Klasifikasi tumbuhan
Divisio : Spermathophyta
Subdivision : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Suku : Piperaceae
Marga : Piper
Jenis : Piper aduncum L.

3. Uraian tumbuhan

Habitat : areal perkebunan, hutan alami; liana, tahunan. Batang: Berkayu, bulat telur, ujung runcing, pangkal membulat, tepi rata pada setiap buku, tangkai berbulu halus, silindris 5-10 mm, panjang daun 10-14 cm, lebar 5-6 cm, pertulangan menjadri, hijau muda. Bunga: majemuk, bentuk buli, berkelamin satu adatu dua, daun pelindung bertangkai 0,5-1,25 mm, melengkung, tangkai benang sari pendek, kepala sari kecil, bakal buah duduk, kepala putik dua sampai tiga, pendek, putih, putih kekuningan. Buah: buni, bertangkai pendek, panjang bulir 12-14 cm, masih muda kuning kehijauan, setelah tua hijau. Biji: kecil, coklat. Akar: tunggang, putih kecoklatan (Syamsuhidayat dan Hutapea, 1991).

4. Kandungan kimia dan Khasiat tumbuhan

Daun Piper aduncum mengandung saponin, flavonoida, polifenol, minyak atsiri, dihydrochalcone, piperaduncin A, B, dan C, serta 2′,6′-dihidroksi-4′-metoksidihidrokhalkon (DMC) dan 2′,6′,4-trihidroksi-4′-metoksidihidrokhalkon (asebogenin) (Orjala, 2004).

Gambar. Piperaduncin B

Gambar. DMC (2′,6′,-dihydroxy-4′-methoxychalcone)

Gambar. Asebogenin (2′,6′4,-trihydroxy-4′-methoxychalcone)

Getah batang Piper aduncum berkhasiat sebagai obat bisul dan obat luka baru. Untuk obat bisul, dipakai getah batang Piper aduncum ± 2 ml, kemudian dioleskan pada bisul.

5. Penelitian Senyawa Chalcone
Chalcone dan derivatnya adalah kelompok senyawa yang dilaporkan memperlihatkan aktivitas antikanker yang menjanjikan. Senyawa ini merupakan prekursor dari flavonoid dan isoflavonoid yang melimpah pada tanaman pangan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa Chalcone dan derivatnya mempunyai aktivitas antikanker pada beberapa sel kanker. Chalcone alam dan sintetik menunjukkan efek antiproliferatif yang kuat pada sel kanker ovarium dan pada sel kanker gastrik HGC-27 (Achanta, et al., 2006). Hidroksil Chalcone dan isoliquiritigenin menunjukkan suatu inhibitor kuat pada karsinogenesis kulit secara in vivo. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Chalcone juga sebagai agen kemoprevensi, berkemampuan menghambat karsinogenesis yang diinduksi oleh agen kimia melalui peningkatan tingkat glutation tereduksi. Bagaimanapun, mekanisme yang sebenarnya dari senyawa Chalcone pada sel tumor masih masih terus diungkap. Telah disuslkan bahwa isoliquiritigenin menghambat proliferasi sel kanker paru A549 dengan memberhentikan siklus sel pada fase G2/M dan menginduksi ekspresi protein p21. Penelitian pada sel karsinoma hepatoselular HepG2 menunjukkan bahwa fungsi Chalcone dan derivatnya melalui inhibisi aktivitas tirosin kinase pada reseptor Epidermal Growth Factor. Mode aksi hidroksil Chalcone yang juga diusulkan, berdasarkan studi pada hepatosit tikus, melalui induksi formasi prooksidan radikal. (Achanta, et al., 2006).

Daftar pustaka

Achanta, G., Modzeleska , Feng, Li, Khan, S.R., Huang, P., 2006, A Boronic-Chalcone Derivative Exhibits Potent Anticancer Activity through Inhibition of the Proteosome, Mol Pharmacolgy, 70:426-433

Orjala, J., Wright A.D., Behreds, H., Folkers, G., Sticher, O., Ruegger, H., Rail, T.(1994).’Cytotoxic and Antibacterial Dyhidrohalcones from Piper aduncum’, J. Nat. Prod., Jan;57(1):18-26

Syamsuhidayat, S. S., dan Hutapea, J. R., 1991, Inventaris Tanaman Obat Indonesia (I), Departemen Kesehatan RI, Jakarta, page 452-453

Kontributor : Sarmoko, Ika Dyaning Ratri, Rifki Febriansah, A. Fauzi Ramadhon, dan Rina Maryani

Editor: Endang Sulistyorini S.P